Close X
rss feed
twitter


Morning Gaysss...!! Kali ini all's well akan sharing dan berbagi tentang perangkat kurikulum 2013 yakni SILABUS dan Rencana Pembelajaran (RPP) dan Penilaian yang saat ini marak menjadi buah bibir/perbincangan di antara sekolah/madrasah khususnya SD/MI sederajat, namun demikian tak sedikit dari beberapa SD/MI yang sampai saat ini belum mampu mengpalikasikan/membuat perangkat dimaksud oleh karena belum memahami sepenuhnya hal tersebut, ditambah lagi belum meratanya program pelatihan dan workshop seputar kurikulum tersebut pada SD/MI diseluruh Indonesia. Nah untuk itu, sebagai bahan rujukan Bapak/Ibu, tak ada salahya untuk memiliki dokumen Silabus dan RPP yang all's well berikan kali ini,....yahhh itung-itung dapat dijadikan sebagai bahan persiapan menyongsong tahun pelajaran baru 2014/2015...hehehe...Oke gann langsung ke TKP ajee...diunduh filenya. Nanti agan akan diarahkan pada 4shared untuk proses unduhan/download, ikuti aja seperti biasanya yehh... setelah selesai proses downloadnya jangan lupa ekstrak dan masukkan pasword dibawah ini untuk membukanya yahh...
 

PASWORD: ansud-site.blogspot.com

 
RPP KELAS 1
RPP_SD-MI_KELAS_1_SEMESTER 1 Tema diri sendiri  jujur tertib
RPP  SD KELAS 1  SEMESTER 1 Tema Kegemaranku
RPP_SD-MI_KELAS_1_SEMESTER_1  Tema Kegiatanku
RPP_SD-MI_KELAS_1_SEMESTER_1 Tema Keluargaku 
RPP_SD-MI_KELAS_1_SEMESTER_2_Tema Pengalamanku
RPP_SD-MI_KELAS_1_SEMESTER_2_Tema lingkungan bersih dan sehat
RPP_SD_KELAS_1_SEMESTER_2_Tema Benda, Binatang dan Tanaman

RPP_SD-MI_KELAS_1_SEMESTER_2_Tema peristiwa alam

RPP KELAS 2
RPP SD-MI_KELAS_2_SEMESTER 1 Tema Hidup Rukun
RPP SD-MI_KELAS_2_SEMESTER_1 Tema Bermain di lingkunganku
RPP SD-MI_KELAS_2_SEMESTER_1_Tema tugas sehari-hari
RPP SD-MI_KELAS_2_SEMESTER_1_Tema Aku dan Sekolahku
RPP SD-MI KELAS_2_SEMESTER 2_Tema hidup sehat dan bersih
RPP SD-MI_KELAS_2_SEMESTER_2_Tema air bumi dan matahari
RPP SD-MI_KELAS_2_SEMESTER_2_Tema Merawat Hewan dan Tumbuhan
RPP SD-MI KELAS_2_SEMESTER_2_Tema keselamatan di rumah dan perja


RPP KELAS 3
RPP_SD-MI_KELAS_3_SEMESTER_1_Tema Sayangi Hewan dan Tumbuhan
RPP_SD-MI_KELAS_3_SEMESTER_1_Tema Pengalaman yang Mengesankan
RPP_SD-MI_KELAS_3_SEMESTER_1_Tema Mengenal Cuaca dan Musim
RPP_SD-MI_KELAS_3_SEMESTER_1_Tema Ringan Sama Dijinjing Berat Sama dipikul
RPP_SD-MI_KELAS 3_SEMESTER 2_Tema mari bermain dan berolahraga
RPP_SD-MI_KELAS 3_SEMESTER 2_Tema indahnya persahabatan
RPP_SD-MI KELAS 3_SEMESTER 2_Tema mari kita berhemat untuk masa
RPP  SD-MI KELAS 3_SEMESTER 2_Tema berperilaku baik dalam kehidupan


RPP KELAS 4
RPP_SD-MI_KELAS_4_SEMESTER_Tema Indahnya Kebersamaan
RPP_SD-MI_KELAS_4_SEMESTER_1_Tema Selalu Berhemat Energi
RPP_SD-MI_KELAS_4_SEMESTER_1_Tema Peduli terhadap Makhluk Hidup
RPP  SD/MI KELAS_4_SEMESTER_1_Tema Berbagai Pekerjaan
RPP_SD-MI KELAS 4_SEMESTER 2_Tema Menghargai Jasa Pahlawan
RPP  SD-MI KELAS 4_SEMESTER 2_Tema Indahnya Negeriku
RPP  SD-MI KELAS 4_SEMESTER 2_Tema Cita-citaku
RPP_SD-MI KELAS 4_SEMESTER 2_Tema daerah tempat tinggalku



RPP KELAS 5
RPP_SD-MI_KELAS_5_SEMESTER_1_Tema Bermain dengan Benda-benda disekitarnya
RPP  SD-MI  KELAS 5_SEMESTER 1_Tema peristiwa dalam kehidupan
RPP_SD-MI_KELAS_5_SEMESTER_1_Tema Hidup Rukun
RPP_SD-MI_KELAS_5_SEMESTER_2_Tema Bangga Sebagai Bangsa Indonesia
RPP_SD-MI_KELAS_5_SEMESTER_2_Tema Sehat Itu Penting


RPP KELAS 6
RPP_SD-MI_KELAS_6_SEMESTER_1_Tema Bhinneka Tunggal Ika
RPP_SD-MI_KELAS_6_SEMESTER_1_Tema Selamatkan Makhluk Hidup
RPP_SD-MI_KELAS_6_SEMESTER_1_Tema Tokoh dan Penemu
RPP_SD-MI  KELAS 6_SEMESTER 2_Tema globalisasi
RPP  SD-MI  KELAS 6_SEMESTER 2_Tema wirausaha
RPP_SD-MI  KELAS_6_SEMESTER_2_Tema Kesehatan Masyarakat


SILABUS KELAS 1-6
Silabus_Kurikulum_2013_Kelas_1
Silabus_Kurikulum_2013_Kelas_2
Silabus_Kurikulum_2013_Kelas_3
Silabus_Kurikulum_2013_Kelas_4
Silabus_Kurikulum_2013_Kelas_5
Silabus_Kurikulum_2013_Kelas_6


Download Format Penilaian
Sistem_Penilaian_Kurikulum_2013



Demikian postingan akali ini, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua, jika agan merasa dokumen ini bemanfaat silahkan dishare juga ke teman-teman yang lainnya.oke...
Nantikan postingan all's well berikutnya....(SALAM PENDIDIKAN)..!!


 

Layanan yang berkualitas dari sebuah sekolah adalah layanan prima dari semua hal yang tersedia di sebuah sekolah. Bentuk layanan itu dalam implementasinya menjadi lingkungan pembelajaran yang “mengundang” peserta didik untuk tertantang belajar dalam situasi yang menyenangkan. Dalam situasi seperti inilah setiap anak diharapkan tumbuh dan berkembang beragam prestasinya sesuai potensi masing-masing.

Demi memberikan layanan yang optimal kepada peserta didik, selain layanan kurikuler, hal yang penting dan menjadi perhatian dan kesungguh-sungguhan adalah layanan ekstrakurikuler. Layanan ekstrakurikuler bukan hanya menjadi pelengkap menu kurikuler yang tersedia, melainkan menjadi sebuah alternatif pengembangan potensi menuju prestasi.
Sebagaimana layanan kurikuler, layanan ekstrakurikuler juga dilakukan evaluasi menjelang layanan kembali di awal tahun pelajaran. Salah satu komponen layanan ekstrakurikuler yang dibahas kala itu adalah efektivitas pelatih dan pembina ekstrakurikuler. Dalam kesempatan itulah Prof. Arief Rachman hadir dan memberikan masukan terkait kualitas yang diharapkan dari seorang pembina maupun pelatih ekstrakurikuler, sebagai pembimbing, pengatur, atau pengarah kegiatan tersebut. 

Ada sepuluh (10) point yang diharapkan dari seorang perlatih ektrakurikuler, sehingga peserta layanan ini bisa berkembang potensinya menjadi riak prestasi yang diharapkan. Sepuluh hal tersebut adalah:

1. Sabar (patient)
Ini adalah modal dasar seorang pembina maupun pelatih, sebab yang menjadi peserta cabang yang sedang ditangani adalah bukan hanya orang-orang yang berbakat, tetapi juga orang yang berminat saja. Minat belum tentu ditopang oleh bakat, sehingga bukan tidak mungkin ditemukan beberapa ananda yang kemampuannya tidak sesuai dengan yang diharapkan. Terkait dengan kondisi inilah, sikap sabar menjadi modal utama mengembangkan potensi secara setahap demi setahap. 

2. Keterikatan pada Tujuan (Detached)
Dibutuhkan pembina, pelatih, maupun pengelola yang senantiasa ingat dan setia pada tujuan layanan ekstrakurikuler. Itu sebabnya harus selalu diingatkan agar setiap insan yang terlibat, selalu mengaitkan layanan yang diberikan dengan visi yang diusung. Sebagai contoh, visi layanan ektrakurikuler SMP Labschool kebayoran, “layanan yang menyenangkan menumbuhkan prestasi yang membanggakan”. Maka, setiap pembina dan pelatih harus mampu menumbuhkan rasa senang terlebih dahulu kepada peserta terkait cabang yang ditekuninya sebagai dasar pencapaian prestasi yang diharapkan kelak.

3. Mampu melihat kelebihan peserta (Supportive)
Kadang-kadang, sebuah cabang ektrakurikuler tertentu bisa saja berlebih pesertanya, sementara cabang lain malah kekurangan peserta. Bisa jadi, yang berlebih peserta ini tidak berbanding lurus dengan kemampuan yang diharapkan pembina atau pelatih. Dalam kondisi inilah seorang pembina atau pelatih yang bijak tetap memberi kesempatan tampil kepada setiap peserta apapun performa yang ditunjukkannya.

4. Menarik (Interested)
Ekstrakurikuler adalah kegiatan ekstra layanan. Ia bukan kegiatan pokok. Meski demikian kegiatan ini bisa menjadi peluang bagi peserta untuk unjuk prestasi, apabila pada layanan kurikuler belum menunjukkan prestasi yang diharapkan. Terkait dengan hal tersebut, dibutuhkan pembina atau pelatih yang menarik bagi peserta. Menarik bisa dari sikap, keterampilan, maupun pengetahuannya. Kelebihan pembina atau pelatih terkait kompetensinya menjadi modal dasar berkembangnya potensi tiap peserta.

5. Pendengar yang baik (Good Listener)
Kadang-kadang, layanan ekstrakurikuler bisa menjadi alternatif penanggulangan kemampatan komunikasi peserta didik di rumah maupun di sekolah. Ketika peserta didik merasa nyaman dengan pembina atau pelatihnya, maka segala hal yang dirasakan sebagai harapan dan kekhawatiran peserta tersampaikan dengan baik kepada pembina atau pelatih. Keberhasilan sebagai pendengar yang baik ini menjadi pembuka dan pengurai permasalahan yang menghambat prestasi. Keterbukaan antara pelatih dan anak didiknya merupakan bagian terpenting dalam pengembangan prestasi.

6. Menyerap Kehendak Peserta (Perceptive)
Kesaamaan persepsi merupakan jalan menuju kenyamanan proses dan keberhasilan prestasi. Persepsi yang sejalan antara peserta dan pelatih memudah dan menyamankan beragam proses, sehingga kemungkinan menuju pencapaian prestasi akan mudah diwujudkan.

7. Berkesadaran memanfaatkan potensi yang ada (Aware)
Sangatlah bijak apabila setiap pembina atau pelatih mampu memanfaakan potensi lingkungan yang ada bagi pengembangan potensi siswa. Kesederhanaan mesti dimaknai sebagai ladang optimalisasi kreativitas. Kemampuan memanfaatkan potensi yang ada sebagai awal sebuah proses kadang memberi ruang bagi kemungkinan pengembangan yang lebih optimal bagi kesungguh-sungguhan.

8. Sadar diri (Self Aware)
Pembina dan pelatih sadar bahwa kiprahnya dalam kegiatan ekstrakurikuler itu dipagari oleh norma-norma yang ada. Ia hadir atas tanggung jawab profesional yang diembannya. Semua kegiatan yang melibatkannya tak lepas dari aturan dan norma yang ada di sekolah. Keberadaannya pun diharapkan demi sebesar-besarnya menumbuhkan dan meninggikan kualitas sekolah melalui layanan yang menjadi tanggung jawabnya.

9. Perhatian (Attentive)
Tak bisa diharapkan dari seorang pelatih atau pembina yang tidak punya modal dasar sebagai pembina atau pelatih, yakni perhatian. Upaya mengatasi persoalan kecil maupun besar; pengembangan potensi sederhana menuju yang monumental datang dari seorang pembina atau pelatih yang punya perhatian. Perhatian adalah modal dasar berproses menuju hasil yang optimal.

10.Berkemampuan memilah dan memilih (Retentive)
Pada akhirnya kehadiran pembina atau pelatih sebagai orang dewasa ditentukan oleh kemampuannya dalam memilah dan memilih bagian yang mendukung atau merusak konsentrasi layanan yang menjadi tanggung jawabnya. Sebagai pribadi, dirinya mungkin punya banyak kepentingan selain tanggung jawab yang kini diembannya. Tetapi kesadaran akan tanggung jawab yang kini diembannya telah menyebabkan pelatih mampu menempatkan tanggung jawab di atas kepentingan-kepentingan lain. 

Menutup rincian penjelasan, Prof. Arief rachman memberi penekanan penting terkait layanan ekstrakurikuler. “Layanan ekstrakurikuler harus tetap dilakukan dengan seprofesional mungkin baik dalam manajerialnya maupun layanan pembelajarannya. Kita berharap, ekstrakurikuler merupakan alternatif kemungkinan peserta didik mendapat tepuk tangan setelah luput di bidang kurikuler.”
Kami mengaminkan pernyataan beliau dengan rasa khusuk yang mendalam. Semoga Allah memberi kekuatan kepada kita semua untuk melakukan yang terbaik dalam segala urusan.

Merujuk Surat dari Pejabat Pembina Kepegawaian yang ditujukan kepada Menteri Pedayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi perihal usul tambahan Formasi CPNS Tahun 2014, dengan ini kami sampaikan persetujuan prinsip Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tentang Alokasi Tambahan Formasi ASN Pemerintah  tahun 2014 sebagai berikut :
Download Dokumen Klik Disini
cpns2014 1
cpns2014 2

20140723 herman suryatman
Seiring dengan kebijakan dibukanya lowongan CPNS  lintas jurusan sebanyak lima persen formasi, pemerintah telah menetapkan adanya 11 jabatan yang bisa dilamar oleh sarjana dari semua jurusan. Sayangnya, banyak instansi pemerintah pusat maupun daerah yang belum mengalokasikan untuk jabatan 5 % yang dapat dilamar olehsarjana dari  semua jurusan.
Hal itu merupakan salah satu penyebab belum rampungnya proses verifikasi formasi CPNS dari sejumlah daerah, untuk selanjutnya mendapatkan ijin prinsip dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. “Kalau ijin prinsip sudah ada diharapkan segera bisa diumumkan lowongan jabatan yang dibuka di masing-masing kementerian, lembaga maupun pemda,” ujar Kepala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian PANRB Herman Suryatman saat talk show di sela-sela simulasi CAT di kampus Universitas Sumatera Utara (USU) Medan, Selasa (22/07).
20140723 herman suryatman-medan

Dikatakan, ada beberapa permasalahan terkait dengan pengisian rincian jabatan. Antara lain belum semua instansi menyampaikan nama-nama jabatan fungsional yang berlaku di instansi masing-masing. Selain itu, jabatan yang diusulkan belum tercantum dalam e-Formasi, penyusunan formasi yang seharusnya disusun per jabatan, banyak yang disusun  berdasarkan unit organisasi. Masalah lain, jumlah rincian tidak sesuai dengan jumlah persetujuan prinsip, banyak yang belum mengalokasikan untuk jabatan 5 % yang dapat dilamar oleh semua jurusan. “Bahkan ada usulan yang belum di tandatangan oleh pejabat pembina kepegawaian,” tambahnya.
Disebutkan, 11 jabatan yang dapat dilamar oleh sarjana dari semua urusan dimaksud adalah, Analis Kebijakan, Perencana, Auditor, Pengawas Penyelenggara Urusan Pemerintahan daerah, Penggerak Swadaya Masyarakat, idyaiswara, Peneliti, Pekerja sosial, Penyuluh sosial, Perekayasa, dan Pemeriksa.
Herman menambahkan, bagi instansi pemerintah yang belum mengalokasikan formasi untuk 11 jabatan yang bisa dilamar oleh saraja dari semua jurusan tersebut supaya segera mengalokasikannya. (ags/HUMAS MENPANRB)

 
Badan Kepegawaian Negara (BKN) memastikan bahwa 123 pemerintah daerah dan sembilan instansi pusat tidak mendapatkan tambahan formasi aparatur sipil negara (ASN). Kepastian itu mengacu pada keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) perihal persetujuan tentang penambahan ASN tahun 2014.
“Dalam proses rekruitmen CPNS 2014 ada beberapa K/L (kementerian/lembaga, red) dan daerah yang tidak mendapat alokasi formasi,” ujar Kepala Biro Humas dan Protokol Badan Kepegawaian Negara (BKN) Tumpak Hutabarat, Selasa (22/7).

Dipaparkannya, sesuai Surat Menteri B-2550/M.PAN-RB/06/2014 tanggal 20 Juni 2014 perihal Persetujuan Prinsip Tambahan Formasi ASN Tahun 2014, maka untuk formasi jabatan pelaksana (jabatan fungsional umum) harus memuat kualifikasi pendidikan, golongan/ruang, jumlah, dan alokasi untuk masing-masing jabatan (unit kerja penempatan). Sedangkan untuk formasi jabatan fungsional (jabatan fungsional tertentu) harus memuat jenjang jabatan, kualifikasi pendidikan, golongan/ruang, jumlah, dan alokasi untuk masing-masing jabatan (unit kerja penempatan).

Sedangkan 9 K/L yang tidak memperoleh alokasi ASN 2014 antara lain Kementerian Koperasi dan UKM, KemenPAN-RB, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pertahanan, Lembaga Pengetahuan Ilmu Indonesia (LIPI), Badan Pengawas Teknik Nuklir, Kepolisian Negara RI (Polri), Sekretariat Jendral DPR-RI dan Sekretariat Komisi Nasional HAM. Sementara 123 daerah yang tak mendapat alokasi tambahan tersebar di 29 provinsi.
Terkait alokasi tambahan formasi untuk pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), Tumpak mengatakan bahwa prioritasnya untuk mengisi kebutuhan yang menunjang akselerasi pencapaian tujuan atau sasaran organisasi sebagaimana regulasi yang berlaku.(esy/jpnn)

Tukaran Link Yuk..!!